Dalam pemilihan hosting, tak jarang orang yang masih awam akan mengalami kebingungan.
Bingung memilih layanan hosting, adalah hal yang sangat wajar. Mengingat ada banyak jenis
hosting yang tersedia di pasaran. Pun, memiliki berbagai spesifikasi dan fitur yang berlainan
satu sama lain. Mulai dari shared hosting, vps hosting, cloud hosting, dan dedicated server.
Pemilihan jenis hosting yang tepat, biasanya dapat dikatakan sangat penting. Apalagi, ini
adalah proses awal ketika kamu akan membuat website.

Karena ada banyak jenis hosting yang berbeda di luar sana, artikel kali ini akan fokus untuk
membahas shared hosting dan VPS hosting. Pada banyak perbedaan shared hosting dan VPS
hosting. Apa saja perbedaannya? Yuk, simak artikel ini sampai selesai, ya.

Mengenal Shared Hosting dan VPS

Shared hosting, sesuai dengan arti harfiahnya adalah berbagi. Dengan menggunakan server
jenis ini, kamu berbagi ruang server dengan pengguna lainnya. Mulai dari bandwidth, storage,
dan banyak lagi lainnya.

Penjelasan mudahnya kurang lebih, seperti ini: Shared hosting ibarat rumah kos-kosan, dengan
banyak kamar dan ruangan. Pengguna memiliki unitnya masing-masing, tetapi menggunakan
kamar mandi bersama. Kemudian, jika ada anak kost yang menggunakan kamar mandi terlalu
lama, maka dapat mengganggu dan menghambat aktivitas pengguna yang lain. Misalnya,
ketika ada pengguna yang ingin menggunakan kamar mandi cepat-cepat karena akan
berangkat bekerja dan kamu terlalu lama berada di dalamnya. Ya, namanya juga fasilitas
bersama, kamu tidak akan bisa memiliki akses penuh akan hal ini.

Dalam shared hosting, kamu harus berbagi sumber daya secara bergantian. Setiap pengguna
hanya memiliki 1 ruang pribadi, yaitu kamar tidur. Dan fasilitas umum lainnya, digunakan secara
bersama-sama.

Sedangkan hosting VPS adalah ruang virtual, dimana kamu, sebagai pengguna mendapatkan
server berikut sumber dayanya, untuk digunakan sendiri. Tetapi masih dalam lingkup shared
hosting, sebenarnya. Konsep VPS, bisa dikatakan memiliki kemiripan dengan dedicated server.
Dengan menggunakan VPS, kamu memiliki kebebasan untuk menentukan sistem operasi
platform yang ingin digunakan. Menggunakan layanan VPS, pengguna seolah-olah memiliki
servernya sendiri, yang cara kerjanya dibagi-bagi menjadi beberapa bagian.

Jika diibaratkan, VPS seperti layaknya rumah yang ditinggali sendiri. Sehingga fasilitas seperti
kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang tamu, dan lainnya, bisa digunakan sendiri.

Shared Hosting


Shared hosting adalah layanan hosting terpopuler, untuk pengguna yang sedang merintis
websitenya. Jenis hosting yang satu ini digunakan secara bersama-sama oleh banyak
pengguna sekaligus. Pengguna layanan shared hosting berbagi kapasitas server dan sumber
daya secara bersama-sama.

Jika dilihat dari biaya, shared hosting adalah jenis hosting yang paling murah dan ekonomis.
Hanya saja, akan ada beberapa batasan yang dirasakan penggunanya. Berikut adalah
beberapa fakta tentang shared hosting yang harus kamu tahu:

– Jenis hosting termurah
– Dirancang khusus untuk orang yang baru merintis sebuah website.
– Cocok digunakan untuk website statis dengan traffic yang rendah.
– Berbagi resource dengan pengguna lain.
– Risiko keamanan lebih tinggi.
– Kinerja website bergantung kinerja server yang digunakan bersama.

Hosting VPS

VPS adalah sebuah server virtual yang bekerja dalam sebuah server fisik berkapasitas super
besar. Kapasitas server fisik yang besar ini kemudian dibagi menjadi beberapa server virtual
dengan kapasitas yang lebih kecil.

Fakta VPS

– Kontrol server bisa disesuaikan.
– Dirancang untuk website dengan traffic sedang sampai tinggi.
– Lebih mahal daripada shared hosting.
– Membutuhkan pengetahuan teknis dasar.

Perbedaan Shared Hosting dan VPS

Kapasitas Sumber Daya

Pada shared hosting, kamu berbagi sumber daya dengan website lain dalam server yang sama.
Jika ada satu website yang mengalami overload, websitemu bisa terkena dampaknya.
Berbeda dengan VPS, yang alokasi sumber daya lebih longgar. Karena pengguna memegang
kendali sebagian server, artinya, memiliki lebih banyak sumber daya untuk digunakan sendiri.
Jadi, kamu dapat menggunakan sumber daya yang lebih besar dengan VPS daripada
menggunakan shared hosting.

Keamanan

Dari sisi keamanan, sebenarnya, shared hosting juga bisa dikatakan memiliki keamanan yang
cukup. Bahkan, penyedia shared hosting terbaik harus memberikan jaminan keamanan lebih
untuk hal ini. Namun, tidak ada jaminan keamanan sepenuhnya. Lantaran keamanan
websitemu, juga bergantung dengan website lain yang menggunakan server yang sama.
Kalau ada satu website yang membuat kesalahan dan mengakibatkan jebolnya sistem
keamanan, maka pengguna pada server tersebut juga rentan keamanannya.
Berbeda dengan VPS. Dari sisi keamanan, kamu berada di server yang sama dengan
pengguna VPS lainnya. Namun begitu, kamu punya kelebihan untuk mengelola keamanan
secara mandiri. Karena jika ada pengguna VPS lain yang mengalami gangguan, kamu, sebagai
pengguna juga tidak akan merasakan dampaknya. Jadi, untuk aspek keamanan, hosting VPS
murah, jelas lebih baik dari shared hosting.

Performa

Hal utama yang dilihat pengunjung dari sebuah website, apalagi kalau bukan seberapa lancar
websitemu saat diakses. Hal-hal seperti bandwidth yang diperoleh, akan berbeda, tergantung
pada paket yang kamu pilih. Pun juga waktu uptime, juga akan berbeda, tergantung penyedia
hosting yang kamu pilih.
Untuk itu, sangat penting untuk memilih provider hosting terbaik yang menawarkan bandwidth
unlimited dan waktu uptime yang cepat. Dengan VPS, kamu bisa mendapatkan lebih. Hosting
VPS memungkinkanmu mendapatkan lebih banyak bandwidth dan lebih siap menghadapi
lonjakan traffic.

Konfigurasi


Untuk konfigurasi pada shared hosting, semua konfigurasi sudah diatur sedemikian rupa oleh
penyedia hosting. Pengguna tinggal menggunakannya saja.
Lain halnya dengan konfigurasi pada VPS lebih kompleks. Hosting VPS murah sendiri terdiri
dari dua jenis. Yaitu managed dan unmanaged. Pada paket managed, pengaturannya sudah
diatur oleh penyedia hosting Indonesia, mirip dengan shared hosting. Sedangkan paket
unmanaged, pengguna diberikan kebebasan dalam melakukan pengaturan. Yang jelas,
pengguna unmanaged hosting VPS umumnya adalah orang-orang yang sudah ahli dalam web
development.

Skalabilitas

Perbedaan shared hosting dan VPS yang lain bisa terlihat dari skalabilitas. Jika websitemu
masih tergolong kecil traffic-nya, dan tidak memiliki rencana membesarkannya dalam jangka
pendek, shared hosting bisa menjadi pilihan terbaik.
Dan ketika websitemu mulai membesar, kamu butuh tempat yang lebih longgar untuk
menampung traffic yang masuk. Upgrade ke hosting VPS terbaik bisa jadi pilihan. Ya, karena
VPS menawarkan kapasitas yang tentu saja lebih besar daripada yang ditawarkan shared
hosting.

Harga


Perbedaan shared hosting dan VPS yang paling terlihat, tentu saja dari sisi harga. Jika
dibandingkan, harga shared hosting tentu lebih murah daripada VPS. Namun ini semua
tergantung dari kebutuhan websitemu. Kalau kamu ingin membuat website dengan target traffic
yang tidak terlalu banyak, shared hosting jauh lebih hemat.
Tetapi jika seiring waktu websitemu mengalami kenaikan traffic yang signifikan, shared hosting
tentu sangat riskan.
Jika ingin upgrade ke VPS, kamu harus tahu apa yang menjadi kebutuhan websitemu. Tak lupa
juga, berhitung dengan anggaran yang kamu miliki.

Penutup

Perbedaan shared hosting dan VPS bisa dilihat dalam banyak hal. Jika kamu baru memulai,
shared hosting adalah pilihan bijak. Baru, ketika traffic dirasakan semakin besar, upgrade ke
hosting VPS murah adalah keharusan.